Mourinho Masih Tidak Bersedia Mengakui Inferior dari Guardiola

Jose Mourinho mungkin orang yang gelisah jelang pertandingan laga pamungkas Piala FA, penghujung minggu ini. Ia memang tidak bakal terlibat langsung di partai Manchester City melawan Watford ini. Tapi, ia sewajarnya berharap pasukan Pep Guardiola tidak berhasil mengangkat trofi.

Jika Manchester City sukses menekuk Watford dan merengkuh piala Piala FA, Pep Guardiola bakal melewati raihan piala Jose Mourinho. Sekarang, karena kesuksesan jawara Premier League, penghujung minggu kemarin, raihan piala lelaki dari Catalonia ini serupa dengan The Special One, yaitu 25 buah.

Namun begitu, Jose Mourinho tampaknya tidak terlampau ambil pusing. Manchester City berjaya pada laga pamungkas Piala FA juga, ia masih tidak beranggapan inferior dari Pep Guardiola. Ia berdalih, total piala yang dirinya miliki kemungkinan lebih banyak jika tidak memutuskan jalur yang lebih menantang di dalam kariernya.

“Tidak, hal tersebut malah mengingatkan aku jika aku ada di sana dengan 25 piala, ” seloroh lelaki dari Portugal ini kala diberi pertanyaan tentang rekor raihan piala sang kolega sebagaimana dilansir Football5Star. com dari L’equipe.

Selain itu, mantan pelatih Chelsea dan Manchester United ini berujar, “Ketika memenangi Liga Champions bareng Porto dan Inter Milan, jika aku tinggal, aku bakal memenangkan penghargaan Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan 2 Piala Super Nasional. Jadi, sewajarnya aku mengoleksi 31 piala. ”

Jose Mourinho mengakui tidak terlampau memperdulikan hal ini. Juru tak-tik yang ditendang dari Manchester United menyongsong Natal tahun kemarin ini cuma memusatkan perhatian memburu tantangan-tantangan anyar, bukanlah sibuk menghitung-hitung raihan piala.

Liverpool Bakal Masih Menyerang di Kandang Porto

Pemain bertahan Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui senang dengan hasil positif kesebelasannya melawan FC Porto di Anfield. Dia jua menegaskan The Reds akan masih menyerang kala tandang menuju Estadio do Dragao.

Liverpool menang 2-0 vs Porto di leg perdana fase perempat-final Liga Champions di Anfield, Rabu (10/4/2019) dini hari WIB. Di partai ini, goal The Reds dicetak Naby Keita serta Roberto Firmino.

“Aku kira Porto lebih bagus ketimbang tahun kemarin. Kini, saya kira mereka punya banyak cedera pada bintang besar serta banyak transformasi, namun kami jua efektif dengan goal kami serta kemungkinan mujur, namun mereka tentu membaik serta begitu juga kami, ” tutur Van Dijk pada Soccerway.

“Aku kira mereka kini punya pengalaman, serta jua beberapa kemampuan pada skuat. Jadi, mereka dapat amat mematikan pada sektor serang. ”

Walau punya keunggulan 2 goal, tapi Van Dijk mendesak Liverpool buat senantiasa berlaga agresif kala tandang menuju kandang Porto minggu depan.

“Main di Porto di leg ke 2, mereka punya bintang besar yang kembali dari hukuman. Saya tidak sabar buat ini. Tentu, kami pergi menuju sana berharap buat menuntaskan tugas. ”

“Kami pergi buat memainkan performa kami. Kami tak pergi buat bertahan, kami pergi guna menyerang sebab itu cara kami berlaga sejauh kompetisi musim, ” Van Dijk melanjutkan.

Poyet: Tak Adil Bandingkan Gareth Bale dengan Ronaldo

Poyet: Tak Adil Bandingkan Gareth Bale dengan Ronaldo

Mantan bintang Tottenham Hotspur, Gustavo Poyet, menilai tak adil perbandingan antar Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo. Menurut dia, hal itu membebani Bale.

“Masalah inti dengan Gareth Bale ialah dia ada di Real Madrid serta begitu Ronaldo angkat kaki, banyak orang mau ia jadi Ronaldo. Ia tak serupa, ia Gareth Bale, ” tutur Poyet pada Soccerway.

“Kita kira seseorang butuh berkembang dan berbuat pekerjaan Ronaldo, tak terdapat orang di dunia yang dapat berbuat ini! Itu tak adil pada Bale. ”

Ronaldo pergi dari Madrid di penghujung kompetisi kemarin dan gabung Juventus. Bale juga disebut sebagai penggantinya di Santiago Bernabeu. Namun begitu, Bale tidak bisa menyamai statistik gol Ronaldo. Hasilnya, cibiran pun kerap berdatangan pada bintang dari Wales itu.

“Bale merupakan orang yang serupa yang menyarangkan gol pada laga pamungkas Copa del Rey, saat ia berlari 60 yard buat menyarangkan goal yang menghantarkan tim menang. Ia bintang yang serupa yang mencetak tembakan overhead pada laga pamungkas Liga Champions. Ia merupakan orang yang serupa yang sudah ada di sana buat bangsanya. Ia Gareth Bale, ” tutur Poyet.

Madrid Dihajar Barca, Ini Tanggapan Casemiro

Bintang Real Madrid, Casemiro mengakui kecewa dengan hasil negatif kesebelasannya dari Barcelona pada pertandingan kedua semi-final Copa del Rey, Kamis (28/2) malam WIB. Bermain di depan pendukungnya sendiri, Madrid dikalahkan tiga gol tanpa balas, yang membuat Barca melenggang menuju final karena agregat 4-1.

Madrid sesungguhnya memulai laga tersebut bersama optimisme tinggi. Mereka sukses mencuri goal di leg pertama yang lalu, saat pertandingan berakhir 1-1 di Camp Nou. Berarti, Madrid harus mendapatkan catatan tidak kebobolan di Bernabeu.

Terbukti, performa di babak pertama lumayan seimbang. Barca dan Madrid silih pindah melontarkan serangan dan mendominasi permainan. Tapi, semuanya jadi mimpi jelek bagi Madrid di babak ke 2.

Barca menyarangkan ketiga goal mereka pada fase kedua serta memenangkan pertandingan. Menurut Casemiro, skuat Madrid sudah berupaya dan memberi kemampuan paling baik mereka selama laga. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, tapi ketidakmampuan mereka ialah memaksimalkan kesempatan menjadi goal.

“Kami berupaya sampai penghujung, bekerja tidak kenal lelah, memainkan sepakbola bagus serta kami membuat beberapa kesempatan kami sendiri. Beginilah sepakbola, ” kata Casemiro pada Realmadrid. com.

“Apabila kamu tidak memaksimalkan peluang-peluang vs tim besar sebagaimana mereka, kamu akan mendapat masalah pada belakang. El Clasico ditentukan oleh detail-detail seperti itu. ”

“Mereka menciptakan 3 peluang serta mencetak goal dari ke 3 nya. Sekarang rombongan saya harus berpikir La Liga dan mengabaikan Copa, ” pungkas ia.

Dimata Legenda Liverpool, Van Dijk Tak Punya Kelemahan

Legenda Liverpool, Sami Hyypia, memberikan pujian kepada pemain bertahan dari Belanda, Virgil van Dijk. Menurut Hyypia, Van Dijk tidak memiliki kelemahan.

“Saya segera menyaksikan saat Van Dijk tiba jika ia bakal jadi salah satu bagian yang amat vital dari kesebelasan. Ia langsung merancang barisan defensif, jadi kapten, serta seiring berlalunya waktu, ia jadi lebih utama, ” tutur Hyypia pada Soccerway.

Van Dijk bergabung dengan Liverpool dari Southampton di Januari 2018 lalu. Kehadirannya bisa dibuktikan menciptakan barisan defensif The Reds menjadi setingkat lebih solid. Mereka baru kemasukan 15 goal di dalam 26 pertandingan di Liga Premier Inggris kampanye musim ini. Hal tersebut amat men-support Liverpool bersaing di papan atas.

Secara total, di dalam 54 laga bareng Van Dijk, Liverpool mencatat 27 catatan tidak kebobolan serta mereka juga meraih kemenangan di 38 pertandingan.

“Van Dijk memberikan keyakinan diri pada pemain-pemain serta menjadikan beberapa pemain lainnya main setingkat lebih bagus. Amat sukar mendapatkan kelemahannya. Ia merupakan pemain bertahan tengah yang kuat serta bakal menyenangkan untuk berlaga dengan ia. ”

“Van Dijk amat rileks dengan bola, ia nampaknya tak pernah terburu-buru serta ia mempercayai kemampuannya. Ini merupakan keputusan yang ideal untuk membelinya sebab ia amat vital untuk kesebelasan, tak soal berapa tarifnya, ” tutup Hyypia.